Selasa, 07 Oktober 2008

Kontroversi Persib


Pertengahan musim lalu Persib mengeluarkan statement yang mengguncang tubuh tim dan menumbulkan ketidakharmonisan antar pemain. Akhirnya Persib secara kontroversial mendepak Nyeck Nyobe ke Persela Lamongan demi seorang Leo Chitescu.

Hasil dari keputusan itu adalah Persib hampir terlempar ke zona degradasi setelah mampu tampil perkasa di putaran pertama. Keputusan kontroversial Persib musim lalu ini secara teori teknik sepak bola tidak pernah secara gamblang dengan jelas ke depan publik atau secara khusus kepada bobotoh.

Kini... ditengah terombang-ambingnya Persik Kediri, terbetik kabar Presib berminat untuk memboyong bomber subur Christian Gonzales. Tidak dipungkiri Gonzales adalah pemain subur Persik Kediri, namun apakah sedemikian urgensinya Persib harus membeli stiker maut tersebut?

Menilik perolehan Persib musim ini, hingga pertandingan ke-11 Persib bercokol di papan tengah klasemen Superliga tepatnya di posisi ke delapan (BLI VERIFIED) dengan perolehan 19 poin hasil dari enam kali menang, satu kali seri dan empat kali kalah.

Tim kebanggaan masyarakan Jawa Barat itu memperlihatkan produktifitas tinggi di lini depan mereka dengan membobol gawang lawan sebanyak 22 kali (hingga pertandingan ke-11). Sungguh pencapaian yang luar biasa karena hal ini berarti rata-rata Persib mampu mencetak dua gol dalam satu pertandingan.

Namun produktifitas Persib ini tidak diimbangi dengan pertahanan solid. Gawang Persib yang dikawal secara bergantian oleh Tema Mursadat dan Cecep Supriatna hingga kini mampu dikoyak oleh barisan depan lawan sebanyak 17 kali atau rata-rata 1.5 gol per pertandingan.

Torehan lini belakang Persib ini sangat mengecewakan, terlebih lini belakang Persib dihuni oleh dua orang langganan timnas Indonesia yaitu Maman dan Nova Arianto. Seperti kurang mentereng, Persib menambah amunisi dengan menjilat ludah sendiri dan memanggil balik Nyeck Nyobe tapi apa lacur Lini belakang Persib masih amburadul.

Lalu kita lihat stock pemain depan Persib. Lini depan Persib kini dihuni oleh 5 pemain yaitu: Bastos, Zaenal Arif, Airlangga, Hilton dan Fabio Lopes. Nama yang terakhir disebut adalah pemain asing terakhir yang merapat ke kubu Persib musim ini.

Melihat berdesakannya pemain untuk mengisi jatah dua tempat di lini depan Persib, apakah masih pantas Persib mencari seorang striker lagi? terlebih tanpa Gonzales produktifitas Persib kini berada di level atas Superliga? Sepertinya keputusan ini jika benar adanya harus dikaji ulang. Apalagi demi keharmonisan tim Persib jangan sampai terguncang ditengah musim seperti tahun lalu.

Dan satu lagi, bukankah akan lebih baik dan bijaksana dan TAMPAK PINTAR jika Persib lebih mengurusi lini belakang yang mudah ditembus algojo lawan dibanding merombak lini depan yang hasilnya sudah memuaskan.